Thursday, September 15, 2005

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa
sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali
oleh-Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah
derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak
popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua
"derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika: aku
rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat
dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang
tak
sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

(WS Rendra)

Jangan Pernah

Jangan pernah katakan cinta
Jika kamu tidak pernah peduli

Jangan bicara tentang perasaan
Jika rasa itu tidak pernah ada

Jangan pernah genggam jemari
Jika berniat membuat patah hati

Jangan pernah katakan selamanya
Jika berniat untuk berpisah

Jangan pernah menatap mataku
Jika yang kamu ucapkan adalah kebohongan

Jangan pernah ucapkan "Halo"
Jika berniat mengucapkan "Selamat Tinggal"

Jangan pernah bilang kalau "Akulah satu-satunya"
Jika kamu mengimpikan yang lainnya

Jangan pernah mengunci hatiku
Jika kamu tidak punya kuncinya

Monday, September 12, 2005

ARTI MEMILIKI........

ARTI MEMILIKI..........

Bepacaran itu suatu hal yang mengesankan dan harus dipertahankan jika memang
telah sepadan.

Seperti kata kata berikut,Cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa
persahabatan.....yang satu selalu menjadi penyebab yang lain dan
prosesnya...adalah irreversible......
Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat.
Jika kamu mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan
mencintai kamu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama.
Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa
kurang...........
Begitu juga dalam kasus. kamu yang mencari, dan yang lain akan
menanti......

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta....
mungkin akan begitu menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan kamu sakit
dan menderita.....
tapi jika kamu tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya kamu akan
menangis.......
jauh lebih pedih...karena saat itu menyadari bahwa kamu tidak pernah
memberi....cinta.
itu sebuah jalan.

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen....
Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja......
Cinta tak harus berakhir bahagia.....
karena cinta tidak harus berakhir.....
Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan....
dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir
dan lidah atau pikiran.........
melainkan dari HATI.

Ketika kamu mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena
jika kamu demikian, kamu bukan mencintai,melainkan.....investasi.
Jika kamu mencintai, kamu harus siap untuk menerima penderitaan.
Karena jika kamu mengharap kebahagiaan,kamu bukan mencintai....melainkan
memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang kamu
cintai dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai, karena egomu yang
tak berguna itu........
Bagaimana saat aku akan berkata " SELAMAT TINGGAL "....
kepada seseorang yang tidak pernah aku miliki ???????
Kenapa tetes air mata jatuh demi seseorang yang tidak pernah menjadi
kepunyaanku ?????
Kenapa aku merindukan seseorang yang tidak pernah bersamaku dan kubertanya,
Kenapa aku mencintai seseorang yang cintanya tidak pernah untukku ????
Sangat sulit bagi dua orang yang mencintai satu sama lain ketika mereka
tinggal dalam dua dunia yang berbeda..........
Tapi ketika kedua dunia ini melebur dan menjadi satu, itulah yang disebut
KEAJAIBAN !!!!!

Jangan mencintai seseorang seperti bunga,karena bunga mati kala musim
berganti,
Cintailah mereka seperti sungai, sebab
Sungai mengalir selamanya........

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan2 kaca,
tapi tancapkan dalam pikiranmu, bahwaAda seseorang yang akan bersedia untuk
menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan2 kaca itu.....
Sehingga kamu akan menjadi utuh kembali......

nah lo..kok jd melow gini yak...

ikan kecil dan air

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi
sungai. Kata Ayah kepada anaknya, "Lihatlah anakku, air begitu penting dalam
kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati."

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari
bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air
itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu
berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan
yang ditemuinya, "Hai, tahukah kamu dimana air ? Aku telah mendengar
percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati."

Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin
gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh
yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan
hal serupa, "Dimanakah air ?"

Jawab ikan sepuh, "Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu,
sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air
kita akan mati."

Apa arti cerita tersebut bagi kita ? Manusia kadang-kadang mengalami situasi
seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan
kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang
melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya.....

Kehidupan dan kebahagiaan ada di sekeliling kita dan sedang kita jalani,
sepanjang kita mau membuka diri dan pikiran kita, karena saat untuk
berbahagia adalah saat ini, saat untuk berbahagia dapat kita tentukan.

Nikmati hidup, syukuri kehadirannya. Jangan buang waktu untuk mengejar yang
'bukan milik kita'