Thursday, September 01, 2005

deeply sad


Jiwaku,
Mengapa bulan seakan meredup
Malam menjadi terasa begitu panas dan terik
Jiwaku,
Mengapa terasa begitu pedih perih
Karena luka yang datang tiba-tiba
Jiwaku,
Kemanakah saat air wudhu menyentuh muka
Saat lantunan ayat diucapakan dengan terbata-bata
Jangan dibiarkan semuanya sirna ditukar dunia
Jiwaku,
Aku menangis...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home